Minggu, 07 Juni 2020

Kisah Nabi Uzair as (Hamba Yang Terfitnah)

Alloh SWT telah memberi hamba ilmu tentang bagaimana perjalanan kisah seorang hanba yang mulia dan yang terfitnah oleh kalangan ahli kitab yahudi. Alloh memberi tahuku bahwa betapa sedih dan marahnya dia terfitnah. Dia adalah nabi Uzair as sang hayatulloh.

Seorang nabi yang hidup di zaman raja Bakhtashar ini menjadi seorang nabi yang memiliki julukan sebagai hayatulloh (mukjizat kehidupan yang diberikan Alloh). Seorang nabi dengan kecerdasan sebagai pemimpin negara di atas rata-rata. Dia diutus 1000 tahun setelah nabi Musa as wafat. Dia adalah salah seorang nabi dan rosul dari 313 rosul, dan salah seorang dari 124.000 nabi. Dia adalah seorang nabi yang difitnah oleh bangsa yahudi bodoh. Alloh SWT berfirman :

"Uzair itu putra Alloh" dan orang-orang Nasrani berkata, "Al Masih itu putra Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?''
(QS At-Taubah 9: 30)

Izinkan hamba bercerita tentang Nabi Uzair as dan beri hamba ruang berbicara dalam hati dan fikiran kalian.

Alloh SWT berfirman dalam Al-Qur'anul Kariim :
"Atau, apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Ia berkata, 'Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?' Maka, Allah mematikan orang itu selama 100 tahun kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya, 'Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?' Ia menjawab, 'Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.' Allah berfirman, 'Sebenarnya kamu telah tinggal di sini 100 tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikanmu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging." Maka, tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata, "Saya yakin bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."

Suatu hari, beliau berdakwah dan menyampaikan ajaran Alloh kepada orang-orang kafir agar menyembah yang harus disembah. Alloh menjadikannya sebagai seorang nabi dan rosul untuk memberi peringatan kepada kaum bani Israil. Sedikit demi sedikit, pengikut beliau semakin bertambah sehingga ajarannya meluas ke berbagai penjuru daerah. 

Mendengar kabar bahwa nabi Uzair as memiliki pengikut yang kian bertambah, ada seorang pengikut beliau yang menjadi pengkhianat yang memberi tahukan kepada raja Bakhtashar bahwa ada seorang nabi utusan Alloh yang pengikutnya semakin bertambah. Raja Bakhtashar pun geram dengan kabar tersebut dan memutuskan untuk memerangi pengikut beliau dan membakar habis Taurat. Bakhtashar memberi intruksi kepada seluruh jajaran pasukannya untuk bersiap melakukan serangan terhadap pengikut beliau.

"Wahai Uzair, pergilah engkau ke sebuah negeri yang mana tidak ada penghuninya sama sekali yang mana kelak Alloh akan menghidupkan negeri tersebut. Dan sembunyikanlah kitab Taurat ini.", Kata Malaikat Jibril as

Begitulah Malaikat Jibril as meminta kepada beliau agar pergi dari rumah dan daerah tempat tinggalnya sebab Malaikat Jibril as mengetahui bahwa beliau akan dibunuh dan menghapus keberadaan taurat. 

Lalu pergilah nabi Uzair as membawa keledai, sedikit makanan dan minuman anggur, dan juga kitab Taurat. Beliau pergi sejauh mungkin dan tak terasa beliaupun sampai di suatu daerah, yaitu kota mati yang sama sekali tidak ada penduduknya. 

Beliau pun melwati perjalanan panjang menuju negeri tersebut. Beliau berkata :
"Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?"

Merasa lelah dengan perjalanan panjang yang beliau lewati, beliaupun singgah ke salah satu tempat di negeri yang runtuh tersebut. Rasa lapar dan haus yang beliau rasakan membuat beliau kekurangan tenaga. Beliau mengeluarkan sepotong roti dan dicelupkan dalam cairan anggur serta mengikat keledainya agar tidak kabur. Rasa kantuk yang sangat berat membuat beliau merebahkan diri dan tertidur. 

Alloh SWT berfirman :
"Hai Izrail, cabutlah ruh dalam jasad Uzair. Aku akan menunjukan bagaimana besarnya kekuasaan-Ku."

Lalu Malaikat Izrail as sang pencabut nyawa untuk mencabut ruh beliau dari jasadnya. Malaikat Izrail as mengambil ruh nabi beliau selama 100 tahun lamanya. Keledainya perlahan-lahan mati dan menjadi bangkai, lalu menjadi hanya tulang belulang. Namun para malaikat menjaga makanan dan minumannya supaya tetap utuh selama 100 tahun agar tidak basi. Malaikat Izrail pun datang kembali untuk mengembalikan ruh ke jasad beliau. Maka beliau hiduplah kembali. 

Setelah beliau dihidupkan kembali, beliaupun ditanya oleh Alloh SWT kepada beliau :
"Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" 

Beliau menjawab,
"Hamba tinggal di sini sehari atau setengah hari."

Allah berfirman,
"Sebenarnya kamu telah tinggal di sini 100 tahun lamanya. Lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah, dan lihatlah kepada keledai kamu"

Lalu dengan kuasa-Nya, Alloh SWT memberi kekuatan dan kemampuan kepada malaikat Izrail as untuk membungkus tulang belulang keledai tersebut dengan daging dan meniupkan ruh pada keledai tersebut. Maka keledai tersebut hidup seperti sedia kala.

Alloh SWT berfirman dengan perantara malaikat Jibril as dan malaikat Izrail :
"Kami akan menjadikanmu tanda kekuasaan Kami bagi manusia, dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging. Maka, tatkala telah nyata kepadanya".

Beliau pun berkata, 
"Hamba beriman bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Lalu beliaupun bergegas untuk kembali ke asal tempat tinggalnya. Setelah beliau sampai di depan rumahnya, beliau mengetuk pintu.

"Siapa disana?", tanya sang pelayan setia.

"Ini hamba, Uzair." ucap beliau.

"Tidak mungkin. Uzair sudah lama menghilang selama 100 tahun lamanya. Jika kau benar-benar nabi Uzair as, sesungguhnya do'a Uzair selalu diijabah oleh Alloh, maka mintalah pada Alloh untuk menyembuhkan mata saya.", ucap sang pelayan setia.

Maka beliaupun berdo'a :
"Yaa Alloh, hamba memohon pada-Mu, berilah wanita ini kesembuhan pada matanya agar hamba bisa meyakinkan dia bahwa hamba adalah Uzair, hamba-Mu."

Maka do'a beliaupun dikabulkan Alloh SWT. Berkatalah wanita pelayan setia beliau.

"Maha Suci Alloh, engkau benar-benar Uzair. Sudah lama sekali saya merindukan tuan.".

Maka pelayan setia itu mendatangi masyarakat sekitarnya memberitahukan beliau telah kembali.

"Uzair telah kembaliiii .... Uzair telah kembaliiii".

Semua orang di sekitar mendatangi beliau, nabi Uzair as. Tapi masyarakatpun ragu bahwa Uzair telah benar-benar kembali.

"Hai, orang muda, sesungguhnya Uzair adalah seorang yang paling hafal Taurat. Tunjukanlah dan bacakanlah isi kitab Taurat pada kami jika kau benar-benar Uzair.".

Maha Kuasa Alloh SWT, atas izin-Nya beliaupun membacakan semua isi kitab Taurat tanpa tulisan dan melihat kitabnya.

"Maha Kuasa Engkau yaa Alloh, benar ternyata engkau adalah Uzair yang kami kenal. Kami rindu padamu hai Uzair.", ucap salah satu pengikut setianya.

Maka, dari sinilah kekhalifahan beliau dimulai. Beliau mulai membenahi keimanan para pengikutnya, memulai kehidupan ekonomi masyarakat sekitarnya, hingga beliau diangkat menjadi seorang khalifah kerajaan di negeri yang awalnya adalah sebuah negeri yang telah mati. Dengan ketekunan, selama 2000 tahun beliau memimpin hingga negeri yang tadinya hancur menjadi hidup kembali dan menjadi negeri adidaya. 

Zaman keemasan beliaupun sampai ke telinga raja Bakhtashar dan menjadi awal keruntuhan kerajaan beliau. Raja Bakhtashar mencetuskan perang terhadap kerajaan yang beliau pimpin. Kelembutan hati beliau sangat luar biasa. Beliau tidak menginginkan adanya pertumpahan darah dari kedua belah pihak kerajaan. Maka beliaupun berdo'a pada Alloh SWT.

"Yaa Alloh, sesungguhnya hanba adalah hamba-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Hamba tidak ingin ada pertumpahan darah antara dua belah pihak. Maka wafatkanlah hamba agar tidak terjadi pertumpahan darah.".

Alloh SWT pun mengabulkan do'a beliau, sehingga wafatlah beliau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar